BELANJA ONLINE DISINI ... SUPER KOMPLIT
































Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Maret 2010

5 cara sehat ala Rasulallah SAW

. Jumat, 26 Maret 2010
0 komentar



Rasul itu dikisahkan hanya sakit dua kali
yang pertama karena diracun
yang kedua karena mendekati ajalnya

Mengapa beliau bisa se sehat itu
mungkin dibawah ini bisa njelasin
cekidot


1. Nabi Muhammad SAW selalu bangun menjelang fajar. Selesai shalat tidak tidur lagi tetapi terus memgucapkan zikir, mengaji, serta mencari nafkah. Bangun menjelang fajar memang lebih nyaman daripada bangun setelah terbit matahari karena bisa membuat tubuh kita lebih sehat, nyaman bugar.



2. Nabi Muhammad SAW makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Beliau makan untuk keperluan hidup, bukan hidup untuk makan.


3. Nabi Muhammad SAW bila marah tanpa emosi. Marah dengan disertai emosi tidak menunjukkan keikhlasan dan kecintaan kepada yang dimarahi. Artinya marah beliau hanya tampak dari wajah, tetapi nurani Rasulullah SAW menunjukkan sikap kasih sayang.





4. Nabi Muhammad SAW tidak pernah minum sambil bernafas. Air yang beliau minum selalu dari wadah yang tertutup. Menurut beliau, air dari wadah yang terbuka mudah terkena debu.


5. Nabi Muhammad SAW tidak menanggapi sesuatu yang menimpa tubuh (sakit) secara berlebihan. Karena bagi beliau, gampang mengeluh menunjukkan sifat tidak sabar.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3147138




Baca Selengkapnya »»

Senin, 22 Maret 2010

SEJARAH HABAIB (‘ALAWIYIN) DI INDONESIA

. Senin, 22 Maret 2010
1 komentar


SEJARAH SINGKAT TENTANG PERANAN ALAWIYIN DI INDONESIA
KEPADAMU KU TITIPKAN AL-QUR’AN DAN KETURUNANKU….
(Al-Hadith Rasullah s.a.w. Dirawikan oleh Imam Ahmad Ibn Hambal)

A. PENDAHULUAN
Pada zaman kekhalifahan Bani Abbas (750-1258 M) berkembanglah ilmu pengetahuan tentang Islam yang bercabang-cabang disamping kenyataan itu penghidupan lapisan atas menyimpang dari ajaran agama Islam. Dibentuknya dynasti Bani Abbas yang turun-temurun mewariskan kekhalifahan. Istilah “muslim bila kaif” telah menjadi lazim. Hidupnya keturunan Sayidatina Fatmah Al-Zahra dicurigai, tiada bebas dan senantiasa terancam, ini oleh karena pengaruhnya anak cucu dari Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. atas rakyat sangat besar dan diseganinya. Keinginan kebanyakan orang Muslim adalah seorang keturunan Nabi yang seharusnya memegang kekhalifahan. Banyak yang dipenjarakan dan dibunuhnya oleh karenanya banyak pula yang pindah dan menjalankan diri dan pusat Bani Abbas di Bahdad,

AHMAD BIN ISA r.a.
Dalam keadaan sebagai diuraikan di atas, yang pasti akan dikutuk Allah s.w.t. dan dengan hendak memelihara keturunannya dari kesesatan, mengulangilah AHMAD BIN ISA BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN JA’FAR BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN AL-HUSEYN r.a. duanya sayidina Ibrahim a.s. yang tersurat dalam Al-Qur’an surat 14 ayat 37 dan dipilihnya Hadramaut yang bertetanaman, untuk menetap dan berhijrahlah beliau dari Basrah ke Hadramaut, dimana beliau wafat di Hasisah pada tahun 345 H.

ALWI BIN UBAIDILLAH….ALAWIYIN
Keturunan dari AHMAD BIN ISA tadi yang menetap di Hadramaut dinamakan ALAWIYIN ini dari nama cucunya AL-WI BIN UBAIDILLAH BIN AHMAD BIN ISA yang dimakamkan di Sumul.
Keturunan sayidina Al-Hasan dan Al-Huseyn r.a. disebut juga ALAWIYIN dari sayidina Ali bin Abi-Talib k.w, Keluarga Al-Anqawi, Al-Musa-Alkazimi, Al-Qadiri dan Al-Qudsi yang terdapat sedikit di Indonesia adalah Alawiyin, tapi bukan dari Alwi bin Ubaidillah.

MUHAMMAD AL-FAQIH AL-MUQADDAM
Luput dari serbuan Hulaku, saudara maharaja Cina, yang mentamatkan kekhalifahan Bani Abbas (1257 M), yang memang telah dikhawatirkan oleh AHMAD BIN ISA akan kutukan Allah s.w.t, maka di Hadramaut Alawiyin menghadapi kenyataan berlakunya undang-undang kesukuan yang bertentangan dengan ajaran Islam, dan kenyataan bahwa penduduk Hadramaut adalah Abadhiyun yang sangat membenci sayidina Ali bin Abi-Talib r.a. Ini ternyata pula hingga kini dari istilah-istilah dalam loghat orang Hadramaut. Dalam menjalankan “tugas suci”, ialah pusaka yang diwariskannya, banyak dari pada suku Alawiyin tiada segan mendiami di lembah yang tandus. Tugas suci itu terdiri dari mengadakan tabligh-tabligh, perpustakaan-perpustakaan, pesantren-pesantren (rubat) dan masjid-masjid.

Alawiyin yang semuala bermazhab “Ahli-Bait” mulai memperoleh sukses dalam menghadapi Abadhiyun itu setelah Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam BIN ALI BIN MUHAMMAD BIN ALI BIN ALWI BIN MUHAMMAD BIN ALWI BIN UBAIDILLAH melaksanakan suatu kompromis dengan memilih mazhab Muhammad bin Idris Al-Syafi-I Al-Quraisyi, ialah yang kemudian disebut mazhab Sayfi-I, Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam ini wafat di Tarim pada tahun 653 H.

TUGAS SUCI (ISLAMISASI)

Alawiyin dalam menyebarkan agama Islam menyeberang ke Afrika Timur, India, Malaysia, Thailand (Siam), Indonesia Tiongkok (Cina), Filipina, dsb.

b. ALAWIYIN DI INDONESIA SEBELUM DIJAJAH BELANDA
Sebelumnya orang Barat datang, maka berkembanglah agama Islam dengan baik sekali dan terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Runtuhnya Kerajaan Islam di semenanjung Iberia dalam abad ke VI M. dengan jatuhnya Al-Andalus (1492 M), mengakibatkan pengerjaan bangsa Spanyol terhadap Muslimin, pengejaran mana diberkati Paus Roma. Jika kehendak orang Spanyol menyeranikan, maka kehendak orang Portugis ialah berniaga dengan orang Muslim di Indonesia, dan oleh karena ini orang Portugis ialah memperoleh sukses. Sebab peperangan di Europa antara Spanyol sepihak dengan masing-masing Belanda dan Inggris, maka kedua bangsa ini turut juga datang ke Indonesia ditentang oleh kaum Muslimin di tanah air kita.

c. ALAWAYIN DI INDONESIA DI MASA JAJAHAN BELANDA
Dengan pelbagai tipu muslihat dan fitnah akhirnya Belanda disokong oleh negara-negara Barat lain, dapat menguasai Indonesia dan ekonomi Belanda mulai berkembang pesat sesudahnya dapat dipergunakan kapal uap. Alawiyin dari pada awalnya jajahan Belanda mulai merasakan rupa-rupa kesulitan, oleh karena Belanda melihat bahwa Alawiyin-lah yang dalam segala lapangan menjadi pelopornya, baik di medan perang maupun dalam bidang pengangkutan barang-barang lewat lautan atau bidang kebudayaan (agama).

Dilarangnya Alawiyin menetap di pedalaman pulau Jawa, dilarangnya berkeluarga dengan anggota istana (yang memang keturunan Alawiyin), hingga yang tiada mampu pindah ke perkampungan tertentu di bandar-bandar di tepi laut, atau karena sebab lain, mengambil nama keluarga Jawa agar dianggapnya orang Jawa asli, pribumi. Oleh karenanya pindahanya Alawiyin dari pedalaman ke bandar-bandar di pinggir laut, maka pula pusat ke-Islaman pindah ke utara seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, dst. Yang tidak dapat berpindah dari pedalaman menetap di perkampungan-perkampungan yang disebut “kaum” Suku-suku Alawiyin yang telah anak-beranak dan tiada mampu pindah ke kota-kota besar dan mengambil nama ningrat Jawa, ialah banyak dari pada Al-Basyiban, Al-Baabud, Al-Binyahya, Al-Aydrus, Al-Fad’aq dan lain-lain lagi. Dalam keadaan yang demikian itu, Belanda baru mulai berusaha menyeranikan Jawa Tengah, dimana Islam tiada dapat berkembang oleh karena peperangan-peperangan melawan Belanda dan berhasilnya aneka fitnah yang Belanda ciptakan antara penguasa-penguasa pribumi sendiri.

Anak Muslim tiada boleh bersekolah, sedangkan anak Kristen dapat pendidikan dan pelajaran modern. Kemudian di-izinkan bersekolah Belanda anak-anak orang yang berpangkat pada pemerintah jajahan, dan diharuskan mereka tinggal (yakni in de kost) pada pejabat Belanda. Katanya agar, dapat lancar berbicara bahasa Belanda dan mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberi dalam bahasa itu; sebetulnya untuk menjadikan kanak-kanak itu berfikir dan hidup secara orang Belanda, dan untuk mengasingkan mereka dari bangsawan sendiri, dari adat-istiadat dan agamanya. Anak rakyat biasa, awam, mengaji, baik pada madrasah-madrasah Alawiyin atau pesantren-pesantren.

Hubungan Alawiyin dengan para kiyahi erat sekali. Untuk melumpuhkan berkembangnya agama islam di antara anak-anak rakyat jelata, Belanda mengadakan sekolah-sekolah Hollands Inlandse School (H.I.S) dengan syarat bahwa murid tiada boleh bersaring dan berkopya-pici, harus mengenakan celana pendek sampai atas lutut, pakaian mana bukan kebiasaan orang yang mendirikan salat. Jangan sampai kanak-kanak dapat membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab agama Islam yang tertulis dengan huruf Arab, Belnda mengajar dengan sungguh menulis dengan huruf lain, dan mengadakan buku-buku yang menarik, dalam huruf ini, untuk maksud mana dibentuknya Balai Perpustakaan. Banyak buku-buku yang dikarang oleh pendeta dan padri indolog dan orientalis, mengandung racun bagi anak murid yang pengetahuannya tentang Islam dan tarikhnya masih sangat Dangkal.

Alawiyin menolak tawaran Belanda untuk membangun Hollands-Arabise School (H.A.S, dan menolak pula subsidi dari pemerintah jajahan bagi madrasah-madrasahnya, karena curiga dan takut dri tipu muslihat dan pengaruh Belanda yang berniat merusak agama Islam. Alawiyin tiada dibolehkan menidirkan cabang-cabang mandrasah di kota-kota besar dengan nama yang sama, oleh karena itu nama-nama madrasah yang sama skala pendidikannya, berlainan namanya. Para guru dari negara Islam didatangkan untuk mengajar di madrasah-madrasah, dan kanak-kanak yang berbakat dikirim lanjutkan pelajarannya ke Hadramaut, Hejaz, Istanbul, Kairo dan lain-lain.

Disamping perguruan, Alawiyin aktif juga di lapangan politik hingga beberapa orang ditangkap dan dipenjarakan. Melawan Belanda antara mana di Aceh, dan sesudah Aceh ditaklukannya, Muslimin hendak mengadakan pemberontakan disana dengan mengibarkan bendera Khalifah Muslimin. Alawiyin hendak menerbitkan pemberontakan di Singapura di kalangan tertentu Muslimin India yang Inggeris hendak berangkatkan untuk berperang di iraq (Perang Dunia I). Perlu juga diketahui bahwa Alawiyin senantiasa berhubungan dengan Muslimin di luar negeri, orang-orang yang terkemuka dan berpengaruh, teristimewa dengan Padisyah, Khalifatul Muslimin, di Istanbul, yang atas aduan Alawiyin pernah mengirim utusan rahasia untuk menyelidiki keadaan-keadaan Muslimin di Indonesia.

d. ALAWIYIN DI INDONESIA DI MASA PENDUDUKAN MILITER JEPANG
Pendudukan militer Jepang menindas dan mematikan segala kegiatan Alawiyin, terutama dalam bidang politik, peguruan tabligh, pemeliharaan orang miskin dan anak yatim. Perpustakaan yang tidak dapat dinilai harganya di-angkat Jepang, entah kemana. Semua kibat ada capnya dari Al-Rabitah Al-alawiyah yang berpengurus-besar hingga kini di Jalan Mas Mansyur (dahulu jalan Karet) No. 17 Jakarta Pusat (II/24).

e. ALAWIYIN DI INDONESIA SETELAH MERDEKA
Pemuda Alawiyin turut giat melawan Inggeris dan Belanda (Nica), bergerilya di pegunungan. SEMUA PEMUDA ALAWIYIN ADALAH WARGANEGARA INDONESIA dan masuk berbagai partai Islam. Dalam lapangan ekonomi mereka sangat lemah hingga kini belum dapat merebut kembali kedudukannya seperti sebelumnya pecah perang dunia ke-dua dengan lain kata, jika Alawiyin sebelumnya Perang Dunia ke II dapat membentuk badan-badan sosial seperti gedung-gedung madrasah, rumah yatim piatu, masjid-masjid dan membayar guru-guru yang cakap, maka sekarang ini dengan susah payah mereka membiayai pemeliharaannya dan tidak dapat lagi memberi tenaga guru-guru sepandai dan seacakap yang dahulu, meskipun kesempatan kiniadalah lebih baik dari dan pertolongan pemerintah ala qadarnya. Kegiatan yang tersebar sampai di pelosok-pelosok kepualauan Indonesia.

Alawiyin yang lebih dikenal dengan sebutan sayid, habib, ayib dan sebagainya tetap dicinta dimana-mana dan memegang peranan rohani yang tidak dapat dibuat-buat sebagaimana juga di negara islam lain. Kebiasaan dan tradisi Alawiyin di-ikuti dalam Perayaan maulid Nabi, haul, nikah, upacara-upacara kematian dan sebagainya.

Suku-suku Alawiyin di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 50.000 orang; ada banyak yang besar, antara mana Al-Saggaf, Al-Attas, Al-Syihab, Al-Habasyi, Al-Aydrus, Al-Kaf, Al-Jufri, Al-Haddad dan semua keturunan asal-usul ini dicatat dan dipelihara pada Al-Maktab Al-Da-imi yaitu kantor tetap untuk statistik dan pemeliharaan nasab sadatul-alawiyin yang berpusat di gedung “Darul Aitam”

kutipan :

http://santribuntet.wordpress.com/2007/01/10/sejarah-singkat-habaib-alawiyin-di-indonesia/

http://ahlulbait.blogdrive.com/archive/102.html

http://pondokhabib.wordpress.com/tag/habaib/

http://majelisrasulullah.org

http://rabithahptk.blogspot.com/2009/03/dalil-dalil-yang-mendasari-kafaah_16.html – 101k
http://benmashoor.wordpress.com/2008/12/22/menjaga-hak-keturunan-rasulullah-saw-dalam-perkawinan/ – 22k -


Baca Selengkapnya »»

TIDUR ALA RASULULLOH SAW

.
0 komentar



Disusun Oleh: Ummu Hajar
Muroja’ah: Ust. Abu Salman

Tidur bagi muslimah merupakan saat yang sangat penting. Karena dalam tidurnya ia mengumpulkan tenaga untuk beribadah kepada Allah. Selain itu, ketika tidur hati seorang muslimah di antara jemari Allah. Seorang muslimah cantik karena agamanya. Jadi tidurnya pun harus cantik. Hendaknya seorang muslimah menjaga adab-adab dalam tidur dengan adab yang diajarkan dalam agama Islam. Bagaimana adab-adabnya?

Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu:

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain:

a) Membaca ayat kursi.

b) Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.

c) Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)

Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut:

باسمك ربيوضعت جنبي وبك أرفعه إن أ مسكت نفسي فا ر حمها و إ ن أ ر سلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”

“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)

Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa:

لا إ له إ لاالله الواحدالقهاررب السماوات واﻷرض ومابينهماالعز يزالغفار

“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru.”

“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut:

أعوذ بكلمات الله التامات من غضبه و شرعباده ومن همزات الشيا طين وأن يحضرون

“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)

Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan.” (HR. Ibnu Majah No. 3497)

Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)

Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu:

الحمد لله الذي أحيانابعدماأماتناوإليه النشور

“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur.”

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)

Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.

Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan.

“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)]

Bersiwak.

“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)

Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)

Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)

Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)

Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)

Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).

Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)

sumber : http://muslimah.or.id/akhlaq/tidur-cantik-sesuai-tuntunan-rasulullah.html

Baca Selengkapnya »»

WALI SONGO

.
0 komentar


Sejarah perkembangan Islam di Indonesia tak bisa dilepaskan dari jasa Walisanga (wali sembilan). Banyak versi mengenai kisah para wali ini, salah satunya versi yang menyatakan mereka berasal dari China. Tahun 1968, Profesor Slamet Mulyana menulis versi yang tidak populer itu dalam bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara", namun dilarang beredar karena dinilai dapat memicu perdebatan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antaragama).

Menurut Mulyana, orang yang mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa, yakni Chen Jinwen atau yang lebih dikenal dengan Raden Patah alias Panembahan Tan Jin Bun/Arya (Cu-Cu). Ia lah pendiri kerajaan Demak di Jawa Tengah.

Walisanga dibentuk oleh Sunan Ampel pada tahun 1474. Mereka terdiri dari sembilan orang wali; Sunan Ampel alias Bong Swie Ho, Sunan Drajat alias Bong Tak Keng, Sunan Bonang alias Bong Tak Ang, Sunan Kalijaga alias Gan Si Cang, Sunan Gunung Jati alias Du Anbo-Toh A Bo, Sunan Kudus alias Zha Dexu-Ja Tik Su, Sunan Muria Maulana Malik Ibrahim alias Chen Yinghua/ Tan Eng Hoat, dan Sunan Giri yang merupakan cucu dari Bong Swie Ho.

Sunan Ampel (Bong Swie Ho) alias Raden Rahmat lahir pada tahun 1401 di Champa (Kamboja). Saat itu, banyak sekali orang Tionghoa penganut agama Muslim bermukim di sana. Ia tiba di Jawa pada 1443. Tiga puluh enam tahun kemudian, yakni pada 1479, ia mendirikan Mesjid Demak.

Belanda, yang sempat 'berperang' dengan para wali itu sempat tidak mempercayai bahwa sultan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa. Untuk memastikannya, pada 1928, Residen Poortman ditugaskan oleh pemerintah Belanda untuk menyelidikinya. Poortman lalu menggeledah Kelenteng Sam Po Kong dan menyita naskah berbahasa Tionghoa. Ia menemukan naskah kuno berusia ratusan tahun sebanyak tiga pedati.

Arsip Poortman ini dikutip oleh Parlindungan yang menulis buku yang juga kontroversial, Tuanku Rao. Slamet Mulyana juga banyak menyitir dari buku ini. Pernyataan Raden Patah adalah seorang Tionghoa ini tercantum dalam Serat Kanda Raden Patah bergelar Panembahan Jimbun, yang dalam Babad Tanah Jawi disebut sebagai Senapati Jimbun. Kata Jin Bun (Jinwen) dalam dialek Hokkian berarti 'orang kuat'. Cucu Raden Patah, Sunan Prawata atau Chen Muming/ Tan Muk Ming adalah Sultan terakhir dari Kerajaan Demak. Ia berambisi meng-Islamkan seluruh Jawa, sehingga apabila ia berhasil maka ia bisa menjadi "segundo Turco" (seorang Sultan Turki ke II), sebanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya.




Kata Walisanga yg selama ini diartikan sembilan (sanga) wali, ternyata masih memberikan celah untuk versi penafsiran lain. Ada yang berpendapat bahwa kata 'sanga' berasal dari kata 'tsana' dari bahasa Arab, yang berarti mulia. Pendapat lainnya menyatakan kata 'sanga' berasal dari kata 'sana' dalam bahasa Jawa yang berarti tempat.

Kata Sunan yang menjadi panggilan para anggota Walisanga, dipercaya berasal dari dialek Hokkian 'Su' dan 'Nan'. 'Su' merupakan kependekan dari kata 'Suhu atau Saihu' yg berarti guru. Disebut guru, karena para wali itu adalah guru-guru Pesantren Hanafiyah, dari mazhab Hanafi. Sementara 'Nan' berarti berarti selatan, sebab para penganut aliran Hanafiah ini berasal dari Tiongkok Selatan.

Perlu diketahui juga bahwa sebutan 'Kyai' yang kita kenal sekarang sebagai sebutan untuk guru agama Islam, dulu digunakan untuk memanggil seorang lelaki Tionghoa Totok, seperti pangggilan 'Encek'.

Dan, sadar atau tidak, baju muslim yang kerap digunakan oleh laki-laki muslim Indonesia sangat mirip dengan pakaian ala China. Baju Koko dan penutup kepala putih dianggap berasal dari China, karena di negeri asal Islam, Timur Tengah, pakaian ini tidak dikenal.

Sumber:
- D. A. Rinkes "De heiligen van Java"
- Jan Edel "Hikajat Hasanoeddin"
- B. J. O. Schrieke, 1916, Het Boek van Bonang
- Utrecht: Den Boer - G.W.J. Drewes, 1969 The admonitions of Seh Bari : a 16th century Javanese Muslim text attributed to the Saint of Bonang, The Hague: Martinus Nijhoff
- De Graaf and Pigeaud "De eerste Moslimse Vorstendommen op Java"
- "Islamic states in Java 1500 -1700".
- Amen Budiman "Masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia"
- Prof. Slamet Mulyana "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara

http://www.wonosari.com/teras-nongkrong-f36/walisongo-dari-china-t204-15.htm



Baca Selengkapnya »»

Kamis, 31 Desember 2009

BALASAN MENINGGALKAN SOLAT

. Kamis, 31 Desember 2009
0 komentar



Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah s.a.w. sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis. Apabila Rasulullah s.a.w. melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, "Wahai orang muda kenapa kamu menangis?" Maka berkata orang muda itu, "Ya Rasulullah s.a.w., ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya." Lalu Rasulullah s.a.w. memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.a. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah s.a.w., "Ya Rasulullah, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam."

Kemudian Rasulullah s.a.w. dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan Baginda s.a.w. pun berdoa kepada Allah s.w.t., kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah s.a.w. dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut. Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah s.a.w. pun bertanya kepada pemuda itu, "Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?"

Berkata orang muda itu, "Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat." Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda, "Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah s.w.t. seperti babi hutan yang hitam." Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.






Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, "Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah s.w.t. yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat."
Lalu para sahabat bertanya, "Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?"
Berkata ular, "Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :"
1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.
2.Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
3.Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.
Maka inilah balasannya.


dikutip dari : http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/1001kisahteladan2.htm

Baca Selengkapnya »»

Senin, 28 Desember 2009

Hukum merayakan tahun baru masehi

. Senin, 28 Desember 2009
0 komentar



Hukum merayakan tahun baru masehi dan cara meyikapinya
Bila melongok sejarahnya, penetapan 1 Januari sebagai pertanda Tahun Baru bermula pada abad 46 Sebelum Masehi
(SM). Ketika itu Kaisar Julius Caesar membuat kalender Matahari. Kalender yang dinilai lebih akurat ketimbang kalenderkalender
lain pernah dibuat sebelumnya.

Sebelum Caesar membuat kalender Matahari, pada abad 153 SM, Janus seorang pendongeng di Roma yang
menetapkan awal mula tahun. Dengan dua wajahnya, Janus mampu melihat kejadian di masa lalu dan masa depan.
Dialah yang menjadi simbol kuno resolusi (sebuah pencapaian) Tahun Baru. Bangsa Roma berharap dengan dimulainya
tahun yang baru, kesalahan-kesalahan di masa lalu dapat dimaafkan. Sebagai penebus dosa, tahun baru juga ditandai
dengan tukar kado.Setelah menyimak sejarahnya, marilah kita lihat dalil-dalil dari Kitabullah, as-Sunnah dan atsar-atsar
yang shahih yang melarang untuk menyerupai orang-orang kafir di dalam hal yang menjadi ciri dan kekhususan mereka.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa tahun baru masehi awalnya merupakan suatu ritual Bangsa Roma, dan
bahkan dianggap sebagai penebus dosa.

Tahun baru merupakan suatu hari yang datang kembali dan terulang, yang diagung-agungkan oleh orang-orang kafir.
Atau sebutan bagi tempat orang-orang kafir dalam menyelenggarakan perkumpulan keagamaan. Jadi, setiap perbuatan
yang mereka ada-adakan di tempat-tempat atau waktu-waktu seperti ini maka itu termasuk hari besar mereka.
Karenanya, larangannya bukan hanya terhadap hari-hari besar yang khusus buat mereka saja, akan tetapi setiap waktu
dan tempat yang mereka agungkan yang sesungguhnya tidak ada landasannya di dalam agama Islam, demikian pula,
perbuatan-perbuatan yang mereka ada-adakan di dalamnya juga termasuk ke dalam hal itu. Ditambah lagi dengan harihari
sebelum dan sesudahnya yang nilai religiusnya bagi mereka sama saja sebagaimana yang disinggung oleh Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah. Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari
besar mereka adalah firmanNya.

"Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuur." [Al-Furqan : 72]

.







Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Sekelompok ulama seperti Ibnu Sirin, Mujahid
dan Ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata "Az-Zuura" (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.

Dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, "Dua hari untuk
apa ini ?". Mereka menjawab, "Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa Jahiliyyah". Lantas beliau bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya :
Iedul Adha dan Iedul Fithri"

Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat. Dalam merayakan tahun baru masehi
ada dua argumen pendapat : 1. Pendapat yang Mengharamkan Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun
baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen. a. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadah Orang Kafir Bahwa
perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa,
baik yang Nasrani atau pun agama lainnya. Sejak masuknya ajaran agama Nasrani ke eropa, beragam budaya paganis
(keberhalaan) masuk ke dalam ajaran itu. Salah satunya adalah perayaan malam tahun baru. Bahkan menjadi satu
kesatuan dengan perayaan Natal yang dipercaya secara salah oleh bangsa Eropa sebagai hari lahir nabi Isa. Walhasil,
perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar agama kafir. Maka hukumnya haram dilakukan oleh
umat Islam. b. Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai Orang Kafir Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa
perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam
tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya,
sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang burbunyi : "Barang Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama
tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka". c. Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat Sulit dipungkiri bahwa
kebanyakan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan
bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk
berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam. Maka mengharamkan
perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh
buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat. d. Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bidah Syariat Islam yang dibawa
oleh Rasulullah SAW adalah syariat yang lengkap dan sudah tuntas. Tidak ada lagi yang tertinggal. Sedangkan
fenomena sebagian umat Islam yang mengadakan perayaan malam tahun baru masehi di masjid-masijd dengan
melakukan shalat malam berjamaah, tanpa alasan lain kecuali karena datangnya malam tahun baru, adalah sebuah
perbuatan bid''ah yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW, para shahabat dan salafus shalih. Maka hukumnya
bid''ah bila khusus untuk even malam tahun baru digelar ibadah ritual tertentu, seperti qiyamullail, doa bersama,
istighatsah, renungan malam, tafakkur alam, atau ibadah mahdhah lainnya. Karena tidak ada landasan syar''inya. 2.
Pendapat yang Menghalalkan Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun
baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk
beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya. Mereka mengambil perbandingan dengan liburnya umat Islam di hari natal. Kenyataannya setiap
ada tanggal merah di kalender karena natal, tahun baru, kenaikan Isa, paskah dan sejenisnya, umat Islam pun ikutikutan
libur kerja dan sekolah. Bahkan bank-bank syariah, sekolah Islam, pesantren, departemen Agama RI dan institusiinstitusi
keIslaman lainnya juga ikut libur. Apakah liburnya umat Islam karena hari-hari besar kristen itu termasuk ikut
merayakan hari besar mereka? Umumnya kita akan menjawab bahwa hal itu tergantung niatnya. Kalau kita niatkan
untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Demikian juga dengan ikutan perayaan malam tahun baru, kalau diniatkan ibadah dan ikut-ikutan tradisi bangsa kafir,
maka hukumnya haram. Tapi bila tanpa niat yang demikian, tidak mengapa hukumnya. Adapun kebiasaan orang-orang
merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun
bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan
malam tahun barunya.Keburukan Yang Ditimbulkan

Seorang muslim yang ikut-ikutan merayakan tahun baru akan tertimpa banyak keburukan, diantaranya:

* Merupakan salah satu bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan orang-orang kafir yang telah dilarang oleh Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam.

* Melakukan amal ketaatan seperti dzikir, membaca Al Qur’an, dan sebagainya yang dikhususkan menyambut malam
tahun baru adalah pebuatan bid’ah yang menyesatkan.

* Ikhtilath (campur baur) antara pria dan wanita seperti yang kita lihat pada hampir seluruh perayaan malam tahun
baru bahkan sampai terjerumus pada perbuatan zina, Na’udzubillahi min dzaalika…

* Pemborosan harta kaum muslimin, karena uang yang mereka keluarkan untuk merayakannya (membeli makanan,
bagi-bagi kado, meniup terompet dan lain sebagainya) adalah sia-sia di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Serta masih
banyak keburukan lainnya baik berupa kemaksiatan bahkan kesyirikan kepada Alloh. Wallahu a’lam…

Baca Selengkapnya »»

Kamis, 24 Desember 2009

Keutamaan Maulid

. Kamis, 24 Desember 2009
3 komentar




Dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, saya mengajak
saudara-saudari sekalian untuk mari kita sama-sama membaca MAULID dan NAZAM
berikut ini supaya hati kita menjadi ingat kembali mengenai pribadi Nabi kita
yg sungguh Mulia dan Agung itu, sehingga akan semakin tumbuh rasa cinta dalam
hati kita kepadanya : Maulid At Tamimi, Nazam Maulid At Tamimi

Sabda Rasulullah, “Aku tersangat rindu kepada para Ikhwanku.”

Maka bertanyalah para sahabat, “Ya Rasulullah SAW, bukankah kami ini Ikhwanmu?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bukan, malah kamu adalah sahabatku. Sedangkan
Ikhwanku adalah orang yang beriman denganku walaupun mereka tidak pernah
melihatku.”

Hadis ini diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA dan Anas RA dengan matan yang
sedikit berlainan.

——————————————————————

Berikut artikel di bawah ini dipetik dari Kitab Hembusan Kesturi yg ditulis
oleh Sayyid Shaikh Muhammad bin Abdullah As Suhaimi r.h.

---------------------------

Telah di riwayatkan satu hadith Nabi s.a.w. seperti berikut:

Artinya: "Barangsiapa membesarkan hari kezahiranku niscaya aku akan menjadi
penolongnya pada hari kiamat dan barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk
Maulidku maka seolah-olah ia membelanjakan emas sebanyak sebuah gunung untuk
agama Allah."
Dan telah berkata Saiyidina Abu Bakar As Siddiq radhi Allahu 'anhu:

"Barangsiapa membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka sesungguhnya ia akan menjadi
temanku di dalam Surga."

---------------------------

Dan telah berkata Saiyidina Umar radhi Allahu 'anhu:

"Barangsiapa membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka sesungguhnya ia menghidupkan
agama Islam."

---------------------------

Dan telah berkata pula Saiyidina Utsman radhi Allahu 'anhu:

"Barang- siapa mengeluarkan satu dirham untuk membaca Maulid Rasulullah s.a.w.
maka seolah-olah ia mati syahid didalam peperangan Badar dan Hunain."

---------------------------

Dan telah berkata Saiyidina Ali karamallahu wajhahu:

"Barangsiapa membesarkan Maulid Nabi s.a.w. maka ia tidak akan keluar daripada
dunia melainkan keadaannya di dalam iman."

---------------------------

Dan telah berkata Imam Syafi'i rahimah Ullah:

"Barangsiapa mengum- pulkan orang-orang Islam untuk menyambut Maulid Nabi
s.a.w. dengan membaca Maulid itu dan mengadakan syarahan-syarahan
berkenaannya serta menyediakan makanan bagi mereka dan membuat lain-lain
kebajikan, niscaya Allah Ta'ala akan membangkitkan mereka di hari kiamat
bersama dengan wali-wali, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang
saleh dan ia akan berada di dalam Surga yang penuh dengan ni'mat."







Telah berkata Al Hasan AI Basri, (muga-muga Allah Ta'ala memuliakan rohnya):

"Aku ingin kalaulah aku mempunyai emas sebanyak gunung Uhud, niscaya aku akan
membelanjakannya untuk membaca Maulid Rasulullah s. a. w."

---------------------------

Dan telah berkata AI Junaid AI Baghdadi rahimah Ullah:

"Barangsiapa hadir pada majlis Maulid Nabi s.a.w. dan membesarkan keadaan
majlis itu maka sesungguhnya ia telah menang dengan iman."

---------------------------

Dan telah berkata Ma'ruf Al Kukhi (muga-muga Allah memuliakan rohnya):

"Barangsiapa menyediakan makanan untuk membaca Maulid Rasulullah s.a.w. dan
mengumpulkan orang-orang Islam serta menyalakan lampu dan memakai
pakaian-pakaian yang baru den berwangi-wangi serta bercantek dengan tujuan
membesarkan Maulidnya s.a.w. maka Allah Ta'ala akan ngumpulkan dia di padang
Mahsyar di hari kiamat kelak bersama dengan kelompok-kelompok yang pertama di
antara Nabi-nabi dan ia akan mendapat setinggi-tinggi tempat di dalam Surga."

---------------------------

Dan telah berkata As Sirri As Saqati:

"Barangsiapa pergi ke tempat yang ada dibaca di situ Maulid Nabi s.a.w. maka
sesungguhnya ia diberi satu daripada kebun-kebun Surga karena ia pergi ke
tempat itu tidak lain karena cinta kepada Rasulullah s.a.w."

Dan telah bersabda Rasulullah s.a.w.

Artinya: "Barangsiapa cintakan aku niscaya ia akan berada bersamaku di Surga."

Sedia maklum bahwa menyambut Maulid Nabi s.a.w. dengan cara- cara yang telah
tersebut dahulu itu nyatalah berarti kita cinta kepadanya.

---------------------------

Dan telah berkata Sultan Wali-wali ('Arifin), Jalaluddin As Suyuti rahimah
Ullah:

"Barangsiapa orang Islam yang dibacakan di dalam rumahnya Maulid Nabi s.a.w.
niscaya Allah Ta'ala akan menghilangkan den menjauhkan kemarau dan kecelakaan,
balak, penderitaan, kebencian, hasad, kejahatan dengki terhadap ahli-ahli
rumah itu dan apabila ia mati maka Allah Ta'ala akan memudahkan dia menjawab
akan soalan-soalan Munkar dan Nakir dan akan mendapat tempat bersama
orang-orang yang benar disisi Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Besar
kerajaanNya."

Dan ia berkata lagi: "Tiada sebuah rumah atau masjid atau tempat dibaca di
dalamnya akan Maulid Nabi s.a.w. melainkan Malaikat-malaikat melindungkan
ahli-ahli tempat itu dan Allah Ta'ala akan melimpahkan rahmatNya kepada mereka
dan Malaikat-malaikat yang berpangkat besar seperti dan Jibrl dan Mikail,
Israfil, Quryail, Ainail dan lain-lainnya mendoakan kebaikan sesiapa yang
menganjurkan dan menyebabkan adanya majlis bacaan Nabi s.a.w."

---------------------------

Dan telah berkata Imam Al Yafi'i,

"Barangsiapa mengumpulkan orang- orang Islam untuk sesuatu majlis membaca
Maulid Nabi s.a.w. dan menyediakan makanan dan mengadakan tempat baginya dan
mengerjakan lain-lain kebajikan maka Allah Ta'ala akan membangkitkan dia pada
hari Kiamat bersama-sama dengan Wali-wali dan orang-orang yang saleh dan
orang-orang yang mati syahid dan ia akan berada di dalam Surga Na'im."

---------------------------

Telah dihikayatkan bahwa pada zaman Amirul mu'minin Harun Ar Rasyid bahwa ada
seorang muda di dalam bandar Basrah yang terlalu pemboros dan buruk perangai
dan ahli-ahli negeri itu telah memandang kepadanya dengan pandangan yang hina
dengan sebab perbuatan dan perangainya yang buruk itu. Tetapi pemuda ini,
apabila sampai bulan Rabiul Awwal maka ia telah membasuh pakaian-pakaiannya
dan berwangi-wangi serta berhias dan mengadakan jamuan dan pula ia telah
meminta dibacakan kisah Maulid Nabi s.a.w. di dalam jamuan itu, maka ia
tetaplah mengerjakan seperti itu tiap-tiap tahun selama beberapa tahun.

Kemudian apabila ia mati maka penduduk-penduduk negeri itu telah mendengar
suatu teriakan berkata: "Datanglah wahai ahli Basrah dan saksikanlah jenazah
seorang Wali Allah Ta'ala karena dia itu mulia di sisi Allah."

Maka orang-orang Basrah pun datanglah kepada jenazahnya dan mengebumikannya,
kemudian mereka telah melihatnya didalam mimpi bahwa ia sedang bersiar-siar
dengan pakaian dan perhiasan ahli Surga, yaitu ‘sondosen wastabraq’, lalu ia
telah ditanya, "Sebab apa engkau telah menerima kelebihan besar ini?" Jawab
pemuda itu: "Sebab aku membesarkan Maulid Nabi s.a.w."

---------------------------

Telah dihikayatkan juga bahwa pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Maruan

bahwa ada seorang muda yang elok parasnya di dalam negeri Syam dan ia suka
bermain dengan menunggang kuda. Maka pada satu hari ia telah menunggang
kudanya dengan laju melalui hadapan pintu Gedung Khalifah itu tiba-tiba
terlanggarlah dengan salah seorang anak baginda yang kebetulan ada di situ,
lalu anak baginda itu pun mati.

Maka berita itu telah sampailah dengan segera kepada Khalifah dan Khalifah pun
memerintahkan supaya pemuda itu dibawa menghadapnya. Apabila pemuda itu telah
hampir kepada Khalifah maka teringatlah pada hatinya hendak bernazar bahwa
sekiranya Allah Ta'ala melepaskan dia daripada angkara itu maka ia akan
mengadakan jamuan yang besar dan ia akan meminta dibacakan Maulid Nabi s.a.w.
di dalam majlis jamuan itu.

Apabila pemuda itu sampai di hadapan Khalifah dan Khalifah memandang
kepadanya, tiba-tiba baginda telah tertawa, padahal baru sebentar tadi baginda
telah berasa terlalu murka, lalu baginda bertanya kepada pemuda itu: "Adakah
engkau pandai ilmu sihir?" Jawab pemuda itu, "Demi Allah tidak sekali-kali hai
Amirul mu'minin." Berkata baginda: "Baiklah aku ampunkan engkau, tetapi
katakanlah kepada aku apakah rahasia engkau?" Jawab pemuda itu: "Aku telah
berkata di dalam hatiku, sekiranya Allah melepaskan aku daripada angkara yang
sangat berat ini, aku akan mengadakan satu jamuan bagi Maulid Nabi s.a.w."

Baginda berkata: "Tadi aku sudah ampunkan engkau dan sekarang ambillah pula
seribu dinar untuk perbelanjaan Maulid Nabi s.a.w. itu dan engkau sekarang
terlepaslah daripada sebarang balasan bagi membunuh anakku itu.”

Maka pemuda itu pun keluarlah dan telah selamat daripada balasan bunuh dan
telah menerima pula seribu dinar ialah dengan berkat Maulid Nabi s.a.w.

------------------------------

Sayugialah semua orang-orang Islam mengambil berat dan gemar membaca Maulid
Penghulu Besar kita keturunan Adnan itu, karena dengan sebabnya telah
dijadikan sekalian arwah dan benda-benda, dari itu memang sesuai dibelanjakan
harta benda untuk mengingatkannya dan membesarkannya. Muga-muga Allah Ta'ala
menjadikan kita sekalian gemar dan suka membaca Maulid Nabi kita yang mulia
itu dengan berkekalan dan membelanjakan uang baginya pada masa-masa dan
hari-hari yang tertentu. Amin !

sumber dari : http://aboutmiracle.wordpress.com/2009/02/28/keutamaan-maulid-pada-pandangan-ulama-muktabar/



Baca Selengkapnya »»

Kamis, 06 Agustus 2009

Petunjuk Rasulullah saw dalam berpuasa

. Kamis, 06 Agustus 2009
1 komentar




"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Q.S. Al Baqarah 2:183)

Petunjuk puasa dari Rasulullah s.a.w. adalah petunjuk yang paling sempurna, paling mengena dalam mencapai maksud, serta paling mudah penerapannya bagi segenap jiwa. Di antara petunjuk puasa dari Rasulullah s.a.w. pada bulan Ramadhan adalah: Memperbanyak melakukan berbagai macam ibadah. Jibril 'alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur'anul Karim untuk beliau pada bulan Ramadhan; beliau juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur'anul Karim, shalat, zikir, i'tikaf dan bahkan beliau mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan lain.



Rasulullah s.a.w. menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, beliau makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melakukan hal yang sama. Beliau menghimbau agar berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka dengan air. Rasulullah s.a.w. melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya beliau memerintahkan agar ia mengatakan kepada orang yang mencacinya, "Sesungguhnya aku sedang puasa." Jika beliau melakukan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang beliau meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya memilih antara berbuka atau puasa ketika dalam perjalanan. Rasulullah s.a.w. pernah mendapatkan fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka beliau segera mandi setelah terbit fajar dan tetap berpuasa.

Termasuk petunjuk Rasulullah s.a.w. adalah membebaskan dari qadha' puasa bagi orang yang makan atau minum kerana lupa, dan bahawasanya Allahlah yang memberinya makan dan minum. Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahawa beliau bersiwak dalam keadaan puasa. Imam Ahmad meriwayatkan bahawasanya Rasulullah s.a.w. menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melakukan istinsyaq (menghiup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi beliau melarang orang berpuasa melakukan istinsyaq secara berlebihan. Lihat kitab Zaadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibaad, I/320-338

----------------------------------------------------------------------

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35). "Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah." (H.R. Muslim)

Dikutip dari : http://www.oaseislam.com

Baca Selengkapnya »»

Selasa, 07 Juli 2009

BERDO'A

. Selasa, 07 Juli 2009
0 komentar



Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu

penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai

penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari

bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti

mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia

selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang

bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang

dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe

yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian

berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe

itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia

bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan,

dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe .

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika

meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di

tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau

tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina

ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya

kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Allah akan

mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia

rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih

berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe

. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum

semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum,

dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe

itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya

yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah

jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak
pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha tahu, bahwa tak ada yang

bisa aku lakukan selain berjualan tempe . Karena itu ya Allah,

jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun

pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar,

dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya

memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.

"Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin,

"tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas

tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia

yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan

keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe !" batinnya.

Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan...

dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti

ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, aitmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan?

Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia

ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan

lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang

telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau

membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa

sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian

menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan

dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan

"teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang

mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah

laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami

kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia

merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia

memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah

tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah

jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang

menjualnya. Ibu punya??"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa

menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya

Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan

doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan

tempe ..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia

letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu

lagi.

Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya

Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan

gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang

dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang

masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah! " pekiknya, tanpa sadar. Segera

dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu

aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di

Australia ingin sekali makan tempe , asli buatan sini. Nah, agar bisa

sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi,

saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Ohh ya, jadi

semuanya berapa, Bu?"

Sooo, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap

berdoa, dan "memaksakan" Allah memberikan apa yang menurut kita paling

cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa

diabaikan, merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang paling

cocok untuk kita. Bahwa semua rencanaNYA adalah sempurna. --------


Baca Selengkapnya »»

Jumat, 03 Juli 2009

Love & Life - Jalinan Perahabatan..

. Jumat, 03 Juli 2009
1 komentar

SAHABAT

Kaulah yang menaruh bintang
Dalam mata, hati dan genggamanku
Kau tak pernah meninggalkanku
Mungkin sesaat aku tak melihatmu di bawah
matahari, tapi ketika sampai pada malam
Kau slalu disana
Dilorong paling gelap dan berdebu
Sahabat
Kaulah bintang sejati
yang tertawa, menangis, berjalan
dan tak henti berkelip
dalam langit hidupku
(Faiz Abdurrahman)

Sungguh menyentuh kalbu ketika membaca bait demi bait puisi di atas. Seorang anak mampu melukiskan arti persahabatan dalam bentuk sebuah puisi.
Setiap individu tentu memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam memaknai persahabatan. Tentunya juga kita tidak asing dengan sebuah kalimat ”sahabat, kau slalu ada saat suka dan duka”.
Dalam sebuah buku yang menceritakan kisah perjalanan kehidupan, seorang novelis memaparkan bahwa ia tidak memiliki sahabat saat ini dan tidak percaya akan arti persahabatan. Saya jadi penasaran, mengapa novelis tersebut tidak percaya akan arti persahabatan. Ia menguraikan kisah, ketika ia duduk di bangku SMP dan SMU, ia memiliki sahabat, namun teman yang sudah dijadikan sahabat tersebut menusuk dari belakang dengan menceritakan segala kejelekan-kejelekan sang novelis kepada teman-teman yang lain tetapi ketika didepan si novelis, sahabatnya tersebut berwajah manis sampai suatu ketika dia mengetahui segala perbuatan sahabatnya. Hingga kini novelis tersebut tidak memiliki sahabat yang bisa dijadikan tempat berbagi dalam suka maupun duka, namun memiliki banyak teman.

Teman..hmm teman tentu berbeda dengan sahabat. Setiap individu mungkin banyak memiliki teman namun sahabat belum tentu. Seorang teman berkata, begitu banyak teman yang bisa diajak untuk suka ria, namun ketika ada duka, belum tentu teman kita mau berbagai atau mau menolong, bahkan bisa-bisa meninggalkan.

Bagi saya sendiri, arti persahabatan mungkin bisa lebih dekat dari ikatan seorang individu yang memiliki pertalian darah (misal sepupu). Sahabat memiliki keterikatan hati dan jiwa, dan terlebih lagi keterikatan atas dasar aqidah. Bagi saya sendiri sahabat memiliki ruang khusus. ”Special room” saya biasa menyebutnya. Mengapa ”special”, special karena sahabat selalu menyediakan waktu ketika ada masalah, sahabat yang mau berbagai ketika suka, sahabat yang mau mengkritik untuk perbaikan, selalu mengingatkan ketika lalai.

Namun memang tidak selamanya sahabat harus selalu berada dekat dengan kita. Hal ini terjadii juga pada saya, hingga pada suatu ketika takdir menentukan kami harus berpisah disebabkan masing-masing memilki kesibukan ditempat yang berbeda. Namun jarak tidak menjadi kendala untuk tidak saling bercerita ataupun berbagi kisah.

Setiap individu juga punya cara tersendiri untuk mengapresiasikan rasa sayang dan cintanya, termasuk kepada sahabat. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan dalam sebuah hadits untuk menyatakan perasaan cintanya kepada saudaranya yang dicintai.

“ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”

Apa yang diperintahkan Rasul tersebut pun kami lakukan. Pernyataan sayang dan cinta mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kami masing-masing. Diakhir percakapan ataupun sms kata sayang dan cinta serta rindu tak lupa diungkapkan. Semoga rasa sayang dan cinta yang ada pada hati kami masing-masing merupakan rasa sayang dan cinta karena-Mu ya Rabb, dan membawa kami semakin dekat kepada-Mu..aamiiin.

For my best friend..I love u cause of Allah....

Wallahu`alam Bisshowab
S.Khadijah


Baca Selengkapnya »»

AHLAN WA SAHLAN FI RAJAB 2009

.
0 komentar

Saudara-saudaraku yang budiman,

Pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2009 yang lalu kita memasuki bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah bulannya Allah. Mari kita simak ada apa di balik
bulan Rajab itu. Mumpung bulan Rajab ini belum berlalu.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:

* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas,
maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT;

* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1430/Isra Mi'raj
(Senin, 20 Juli 2009) akan mendapat pahala seperti 5 tahun
berpuasa;

* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat
kemuliaan di sisi ALLAH SWT;

* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3
Rajab, 24,25,26 Juni 2009) maka ALLAH akan memberikan pahala
seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya
dunia, dan siksa akhirat;

Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah
permintaannya akan dikabulkan;

* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan
tujuh pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari
maka akan dibukakan delapan pintu syurga;

* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH
akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan
kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang siapa yang
menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan
pahalanya."


Sabda Rasulullah SAW lagi :
"Pada malam Mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis
dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi,
lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakan sungai
ini ?"

Maka berkata Jibrilb a.s.:
"Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat
untuk engkau dibulan Rajab ini".

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :
"Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur,
lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih,
kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya
kepada beliau: "Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?" Lalu
beliau bersabda :"Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam
kubur nya, dan saya berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan
siksa atas mereka".

Sabda beliau lagi: "Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau
berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur."

Tsauban bertanya: "Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?"

Sabda beliau: "Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan
Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun."

Sabda beliau lagi: "Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya'ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku". "Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban dan bulan Ramadhan.

Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka."

Wassalamu'alaikum wr.wb,

Semoga bermanfaat..


Baca Selengkapnya »»

Senin, 29 Juni 2009

PERMOHONAN SI MISKIN DAN SI KAYA

. Senin, 29 Juni 2009
0 komentar



Nabi Musa As memiliki umat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan ada juga yang miskin. Suatu hari ada seorang yang iskin datang menghadap Nabi Musa A.S ia begitu miskin. Pakaiannya compang camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin tiu kemudian berkata kepaa baginda Musa AS " Ya Nabiullah , Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah Swt permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya". Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu , " Saudaraku banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT" si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu berkata " Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang , dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu ini saja."
Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapat apa yang dia inginkan. Beberapa waktu kemudian seorang yang kaya datang kepada Nabi Musa AS.Orang tersebut bersih badannya dan juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, " Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu . Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata " Wahai saudaraku , janganlah kamu engkau bersyukur kepada Allah SWT . Ya Nabiullah bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah SWt ? . Allah telah memberiku mata dan dengannya aku bisa melihat . Telinga dan dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan dan dengannya aku dapat bekerja. Allah SWT telah memberiku kaki dan dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensykurinya. " jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itupun pulang ke rumahnya.Kemudian apa yang terjadi ? sikaya itu semakin kaya karena Allah terus menambah kekayaannya karena dia selalu bersyukur . Dan Simiskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaian pun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.
Maka dari itu, Mari kita selalu bersyukur denagn apa yang Allah SWT berikan kepada kita . Semaikin kita bersyukur maka semakin Allah menambah kenikmatan kepada kita, Tapi sebaliknya semakin kita tidak bersyukur, maka Allah akan mengambil semua nikmat yang telah ia berikan kepada kita. Mudah-mudahan kita selalu bisa mensyukuri nikmat kita. Amiin...

klik disini untuk mendapatkan informasi bisnis .. agar anda menjadi kaya menurut syariat islam.

Baca Selengkapnya »»

Kamis, 25 Juni 2009

BERKAT MEMBACA BISMILLAH

. Kamis, 25 Juni 2009
2 komentar



Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan juga tidak mau berbuat kebaikan.Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak berbicara dan setiap kali dia hendak melakukan sesuatu senantiasa di dahului dengan Bismillah . Suaminya tidak seuka dengan sikap istrinya dan senantiasa meperolok-olokan istrinya,.
Suaminya berkata sambil mengejek " Asyik Bismillah,Bismillah, sedikit-sedikit Bismillah." Istrinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya. suatu hari suaminya berkata " Suatu hari nanti aku akan membuat kamu kecewa dengan bacan-bacaanmu itu."
Untuk membuat sesuatu yang mengejutkan istrinya, dia memberi uang yang banyak kepada istrinya dengan berkata : " Simpan duit ini " .Kemudian istrinya mengambil uang itu dan menyimpanya di tempat yang sangat aman. Tetapi suaminya telah mengetahui tempat istrinya menyembunyikan uang itu. Kemudian dengan diam-diam suaminya mengambil uang itu dan memindahkannya ke tempat lain dengan maksud menjebak istrinya dan akan memarahi istrinya apabila nanti dia menanyakan uang itu dan tidak ada pada istrinya.
Setelah beberapa hari kemudian sang suami memanggil isrinya dan menanyakan uang itu " Berikan kepadaku uang yang dahulu suruh aku simpan oleh mu " . Kemudian istrinya pergi ke tempat dia menyimpan uang itu, dan dengan berhati-hati dia membuka kotak tempat penyimpanan uang itu. kemudian dengan membaca " BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM. " ketika itu Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk mengembalikan uang yang diambil suaminya itu ke tempat dimana istrinya menyimpan uang itu. Alangkah terkejutnya suaminya ketika dia melihat uang itu ada dan diberikan kepadanya. Kemudian sang suami menceritakan apa yang telah dia lakukan terhadap uang itu . dan sang suami bertauat dan mulai mengerjakan perintah-perintah Allah. Maka dari itu rekan netter semua...mari kita biasakan diri untuk membaca Bismillah sebelum kita melakukan sesuatu apapun yang menurut kita baik. Niscaya Allah akan memberkati kita....





Baca Selengkapnya »»

Selasa, 23 Juni 2009

AL-QUR'AN

. Selasa, 23 Juni 2009
0 komentar



Seperti yang kita ketahui, Al-quran adalah kitab Allah yang paling sempurna yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Rasululloh SAW. adalah benar bahwa Al-quran harus menjadi panutan dan penuntun hidup setiap umat manusia agar mendapatkan kebahagiaan yang hakiki di dunia dan di akhirat nanti. Firman Allah dalam surat Al-baqarah (1) " Al-quran adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya dan petunjuk bagi orang - orang yang bertaqwa". Maka apabila kita semua ingin mendapatkan kebahagiaan . Hiduplah berdasarkan kepada Al-quran dan Sunnah sebagai penuntun hidup kita.
Abu Umamah r.a. berkata : " Rasululloh SAW telah menganjurkan kepada kami semua untuk mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasululloh SAW memberitahukan tentang kelebihan Al-Qur'an.

Telah bersabda Rasulullah SAW : " Belajarlah kamu akan Al-Quran, diakhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana dikala itu orang sangat memerlukannya."
ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya , " kenalkah kamu kepadaku ? " maka orang yang pernah membaca akan menjawab : " siapakah kamu ? " . Maka berkatalah Al-Qur'an : " Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari . "
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : " Adakah kamu Al-Qur'an ? " lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca menghadap Allah SWT lalu orang itu di berikan kerajaan di tangan kanan dan kekal ditangan kirinya, kemudian dia meletakan mahkota diatas kepalanya.
Pada kedua Ayah dan Ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat di tukar dengan dunia walaupun berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : " Dari manakah kamu memperoleh ini semua, padaha amal kami tidak sampai untuk ini ? ". lalu di jawab : " kamu diberi ini semua karena anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an.
Jadi marilah kawan semua kita pelajari Al-Qur'an dan mengamalkan semua isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. mudah-mudahan kita bisa .. dan Allah memberikan hidayah-Nya buat kita semua. Amiiin...




Baca Selengkapnya »»

KISAH 5 PERKARA ANEH

.
0 komentar

Assalamualaikum Wr.Wb
Pagi kawan...Mari kita pelajari dan mengambil hikmah dari kisah ini .
Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqih yang masyur. suatu ketika dia pernah berkata,ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara saja.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, " Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.Engkau dikehendaki melakukan sesuatu, ]
Pertama : Apa yang engkau lihat ( hadapi) maka makanlah
Kedua : Engkau sembunyikan
Ketiga : Engkau terimalah
Keempat : Janganlah engkau putuskan harapan
Kelima : Larilah engkau dari padanya ."

Pada keesokan harinya, Nabi itupun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, " Aku diperintahkan memakan apa yang pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh ini sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka nabi itu terus berjalan menuju bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar roti. Maka Nabi itupun mengambilnya lalu di suapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan Syukur " Alhamdulillah ."
Kemudian NAbi itu meneruskan perjalananya lalu menemukan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, Lantas Nabi itupun menggali sebuah lubang lalu di tanamkan mangkuk emas itu, Kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar lagi dari dalam tanah. NAbi itupun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
MAka berkatalah Nabi itu, " Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu diapun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh NAbi itu mangkuk emas itupun keluar lagi dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia tampak seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata , " Wahai Nabi Allah, tolonglah aku. " MEndengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukan kedalam bajunya. MElihat keadaan itu lantas burung elang pun datang nabi itu sambil berkata, " Wahai NAbi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak tadi pagi. Oleh karena itu engkau patahkan rezeki dan harapanku."
NAbi itu teringat pesan arahan mimpinyayang keempat , ia itu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi bingung untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.Setelah mendapatkan daging itu elang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu Nabi meneruskan perjalanannya . Tidak lama kemudian di menemukan suatu bangkai yang amat busuk baunya. maka dia pun bergegaslari dari situ karena tidak tahan mencium bau busuk bangkai tadi. Setelah menemui kelima peristiwa itu maka kembalilah Nabi itu kerumahnya. Pada malam itu Nabi pun berdoa. Dalam do'anya dia berkata : " Ya Allah aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagai mana yang diberi tahu di dalam mimpiku. maka jelaskan kepadaku arti semua ini."
Dalam mimpi beliau telah diberi tahu oleh Allah SWT bahwa : " yang pertama engkau makan itu ialah marah.pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat menahannya maka marah itupun akan menjadi manis ibarat madu.
Kedua: Semua amal kebaikan walaupu disembunyikan maka ia akan tetap nampak juga.
Ketiga : Jika sudah menerima amanah seseorang maka janganlah kamu berkhianat kepadanya.
Keempat : Jika orang meminta kepadamu maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.
KElima : Bau yang membusuk itu adalah Ghibah ( menceritakan hal seseorang ). MAka larilah dari orang - orang yang sedang ngumpul membuat ghibah.
KAwan dan saudaraku , kelima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima perkara ini sendantiasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang paling sulit kita hindari adalah menceritakan keburukan seseorang.Maka hendaklah kita belajar menghindari itu. karena dengan menceritakan keburukan orang lain berarti kita telah membuat dosa dan menghilangkan sebagian dari pahala kita.Karena ada sebuah Hadits yang mengatakan bahwa diakhirat nanti ada seorang hamba Allah yang terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. lalu dia bertanya " Wahai Allah sesungguhnya pahala yang kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu. " Maka berkata Allah SWT " Ini adalah pahala dari orang-orang yang membicarakan tentang dirimu. " dengan ini haruslah kita sadar bahwa walaupun apa yang kita bicarakan itu benar tetap kata-kata itu akan merugikan diri kita sendiri. oleh karena itu hendaklah kita jangan membicarakan orang lain walaupun itu benar.

Wassalamualaikum...semoga bermanfaat..amiinn..




Baca Selengkapnya »»

BINATANG-BINATANG NERAKA

.
0 komentar



Sabda Rasulullah SAW kepada Mu'adz " Wahai Mu'adz apabila didalam amal perbuatanmu ada kekurangan:
Jagalah Lisanmu supaya tidak terjatuh dalam Ghibah terhadap saudaramu / muslimin.
Bacalah Al-Qur'an.
Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

Janganlah engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
Janganlah engkau tinggikan dirimu sendiri diatas mereka.
Jangalah engkau masukan amal perbuatan dunia kedalam amal perbuatan akhirat.
Janganlah engkau membisikan sesuatu sedangkan di dekat engkau ada orang lain.
Janganlah engkau merasa tinggi dan mulia dari pada orang lain.
Janganlah engkau menyakiti hati orang lain dengan ucapanmu.
Niscaya di Akhirat nanti kamu akan dirobek-robek oleh An-jing neraka. Firman Allah SWT yang bermaksud, " Demi ( bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj ke buruj yang lain. "
Sabda Rasulullah SAW " Dia adalah an,jing-an,jing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang ( menyakiti hati )dengan lisannya dan an,jing itupun merobek serta menggigit tulangnya. "
KAta Mu'adz . " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat dari padanya ? ."
Sabda Rasulullah SAW ." Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta di ringankan oleh Allah SWT. "




Baca Selengkapnya »»
 

Daftar Blog Saya

Untuk Meningkatkan Trafik Web Anda

BANNER WEBSITE PTC

Join Vinefire!
Nama_Blog_Anda is proudly powered by Blogger.com | @CopyRight 2008